Jumat, 24 Oktober 2014

,

SAJAK AZKA YA AZKIYA

O, kau sebijak langit yang menakar hujan tepat pada tempatnya
Searif waktu yang menyusun musim sesuai dengan masanya

Hari-hariku laksana mazmur yang selalu terbaca melalui bahasamu
Seserpih ucapmu adalah rangkuman ayat yang mendamaikan jiwa

Sebentuk ragu yang sempat membatu telah retak pada tanganmu
Sejiwa tumpul saat menjaga rasa telah kau asah setajam cita mencela duka

O, Senada rima pada sajak yang menjadi pelantara doa, kaulah liriknya
Meletakan asa pada Tuhan di metafora, menyerukan puja puji di repetisi

Kiranya Tuhan telah mencipta tanda yang bermakna karunia
Merendahkan keakuan yang terlalu angkuh saat menafsirkan rasa

Pada Tuhan jua kuserahkan sajak Azka yang meneguhkan jiwa
Seharapku pada sajaknya, malaikat turun mencatat kesungguhanku

O, Azka ya, Azkiya dikau pelantara Tuhan yang selamatkan jiwa
Mengusir hantu-hantu yang mengajakku melupa dosa, melupamu, melupa-Nya

Algibrani (Pujangga Gila)
Sukabumi: 041213

Kamis, 23 Oktober 2014

,

MANTRAKAN TAWA

haiyuza haiyujabat raturaja raturajatawa
musimasam musimesem
ilangilangakan padarupa padamuka
haiyuza haiyutari
sambung ke "me" jadina jadinarinari
lalilahza lupalahza padamuram padaburam
ingatiati atikuza atimuza
ingatiati la-tahzan la-yaza
lalalalalalala
ulangilagilagilagilagilagilagilagila
nyanyi ajaza nyanyi ajaya

Algibrani
Sukabumi: 20102014

Selasa, 21 Oktober 2014

,

KAUZA KAU JANTUNG METAFORA

kauzaku,
sekata nama
memuisi
pada lembar sayap metafora
pada bulu-bulu halusnya
pada otot-otot tangguhnya
kauzaku, kau susuk jarum mantraku
dibilasi cipratan doa-doa
melumuri segenap tubuh
mengalir pada jantungnya
bergerak membangunkan
kaku menjadi getar, o, kauzaku
menjadi detak pertanda
bukan hanya ada

Sukabumi: 14 Oktober 2014

Follow Us @soratemplates