Rabu, 17 September 2014

,

KAU PADA TULANGKU

Za, sekarang sabarlah dulu
mungkin esok aku bisa lebih terlatih
menyederhanakan langkah
tak terpincangpincang saat kupikul matahari

Za, sekarang aku belajar memahami
mengurai sedikit demi sedikit yang rumit
memanfaatkan langit untuk kujadikan kepala
tak ingin salah menempatkan bakti pada bumi

Za, seperti yang terlihat kini
aku tengah meracik ketahanan
barangkali esok sedinding batu menahanku
tapi akan kubuat Tuhan melembutkan itu

Za, sekarang sabarlah dulu
kau ada pada tulangtulangku
tak retak meski kupangku bulan
dan matahari kupikul di jalan

Algibrani
Sukabumi: 2014

Kamis, 04 September 2014

,

PENDAR MALAM

Malam berpendar liur
di lidah ini hening tidaklah gelap
mata membaca sinar
Tuhan memberi penerangan

Algibrani (Pujangga Gila)
Sukabumi: 2014

,

DI BULAN INI KAU DI BULAN ITU MASIH KAU

Azkiya, kau masih nampak di bulan ini
sebagaimana hati mengakui; tak menafikan
keberadaanmu, hari-hari tak mati
kehidupan yang menghidupkan
terlebih kau adalah yang tak tertolak
dari keadaan saat ruh mencari tubuh
yang dirindu dan masih dihasratkan
di bulan ini, Azkiya, oh!

Kuasa Tuhan memang bisa lebih dari itu
bagiku tak mengherankan; kau ada di bulan
atau bahkan seperti yang aku janjikan
beberapa bulan akan kujadikan bandara
sebagian lagi kujadikan tempat singgah yang lama
aku akan menjemput tubuhmu di sana
kemudian kau kubawa pulang
ke bulan yang sama, Azkiya, oh!

Algibrani (Pujangga Gila)
Sukabumi: 2014

Follow Us @soratemplates