Rabu, 17 September 2014

KAU PADA TULANGKU

KAU PADA TULANGKU

Za, sekarang sabarlah dulu
mungkin esok aku bisa lebih terlatih
menyederhanakan langkah
tak terpincangpincang saat kupikul matahari

Za, sekarang aku belajar memahami
mengurai sedikit demi sedikit yang rumit
memanfaatkan langit untuk kujadikan kepala
tak ingin salah menempatkan bakti pada bumi

Za, seperti yang terlihat kini
aku tengah meracik ketahanan
barangkali esok sedinding batu menahanku
tapi akan kubuat Tuhan melembutkan itu

Za, sekarang sabarlah dulu
kau ada pada tulangtulangku
tak retak meski kupangku bulan
dan matahari kupikul di jalan

Algibrani
Sukabumi: 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates